Makalah Kewirausahaan Medan, Juni 2020
"KANTIN SOTO"
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus, Purwoko, S.Hut., M.Si.
Oleh :
Humam Ubaidillah
191201073
HUT 2D
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “KANTIN SOTO”. Penulisan Makalah ini merupakan salah
satu syarat untuk dapat memenuhi komponen penilaian mata kuliah kewirausahaan
di Program Studi Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Dalam menulis
makalah ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr. Agus
Purwoko, S.Hut., M.Si. Selaku dosen penanggungjawab mata kuliah
kewirausahaan, kemudian asisten pebimbing yang telah membantu dan membimbing penulis
dalam pelaksanaan pelajaran hingga selesainya proposal ini, dan kepada ibu
Ikem selaku pemilik usaha
yang
memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan makalah kewirausahaan.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi
materi, segi pembahasan dan segi penyusunannya.
Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca makalah ini.
Akhir kata semoga Makalah Kewirausahaan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
makalah ini.
Medan,
Juni 2020
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Kantin (dari bahasa Belanda: Kantine)
adalah sebuah ruangan dalam gedung umum yang dapat digunakan pengunjungnya
untuk makan, baik makanan yang dibawa sendiri maupun yang dibeli di sana.
Layanan kantin atau kafetaria merupakan salah satu bentuk layanan khusus di
sekolah yang berusaha menyediakan makanan dan minuman yang dibutuhkan siswa
atau personil sekolah. Good (1959) dalam bukunya Dictionary of Education
mengatakan bahwa: “cafetaria a room or building in which public school pupils
or college student select prepared food and serve themselves”. Kantin sekolah
adalah suatu ruang atau bangunan yang
berada di sekolah maupun perguruan tinggi, jenis-jenis makanan yang disediakan pun minimal harus
memenuhi 4 sehat 5 sempurna yang dilayani oleh petugas kantin.
William H. Roe (1961) dalam bukunya
School Businesse Management menyebutkan beberapa tujuan yang dicapai melalui
penyediaan layanan kantin di sekolah: Memberikan kesempatan kepada murid untuk belajar memilih
makanan yang baik atau sehat. Memberikan bantuan dalam mengajarkan ilmu gizi
secara nyata. Menganjurkan kebersihan dan kesehatan. Menekankan kesopanan
dalam masyarakat, dalam bekerja, dan
kehidupan bersama. Menekankan tata krama yang benar dan sesuai dengan yang
berlaku di masyarakat. Memberikan gambaran tentang manajemen yang praktis dan
baik. Menunjukkan adanya koordinasi antara bidang pertanian dengan bidang
industri. Menghindari terbelitnya makanan yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan kebersihannya dan kesehatannya.
Dengan demikian, keberadaan kantin di
sekolah, tidak hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan makan dan minum siwa
semata, namun juga dapat dijadukan sebagai wahana untuk mendidik siswa tentang
kesehatan, kebersihan, kejujuran, saling menghargai, disiplin, dan nilai-nilai
lainnya. Disinilah letak arti penting manajement kantin sekolah sebagai salah
satu substansi manajement sekolah.
1.2 Rumusan Masalah
1) Siapa Narasumber itu ?
2) Apa saja prestasi dari narasumber ?
3) Apa saja kiat dan teknik yang digunakan narasumber
dalam menjalankan usaha?
4) Apa inovasi yang dilakukan narasumber dalam
menghadapi wabah covid-19 ?
1.3 Tujuan
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mengajak mahasiswa atau pembaca lainnya untuk mengetahui siapa narasumber tersebut, apa saja kiat dan teknik yang digunakan narasumber dalam melanjalankan usaha, dan mengetahui inovasi yang dilakukan narasumber dalam menghadapi wabah covid-19.
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah mengajak mahasiswa atau pembaca lainnya untuk mengetahui siapa narasumber tersebut, apa saja kiat dan teknik yang digunakan narasumber dalam melanjalankan usaha, dan mengetahui inovasi yang dilakukan narasumber dalam menghadapi wabah covid-19.
BAB II
ISI
2.1 Profil Usaha Narasumber
Gambar 1. Narasumber
Anikem adalah
wanita kelahiran Tebing-Tinggi, 6
juni 1973. Ibu Anikem atau biasa
disebut Bu Ikem berumur 47 tahun, ia memiliki 3 orang anak yang terdiri dari 3 anak laki-laki, beliau
tinggal di Jalan Kebun Buah,
Kecamatan Rambutan, Kota Tebing-Tinggi sang suami dan 3 orang anaknya yang salah satunya sudah menyelesaikan pendidikan S1 dan kedua anak lainnya masih menduduki bangku kuliah dan bangku SMA, Ibu Ikem merupakan tamatan SMEA Diponogoro
Tebing-Tinggi tahun 1980.
Ibu Anikem dan suaminya merupakan
pasangan pebisnis yang sudah banyak melakukan kegiatan usaha sebelum terjun dalam usaha kantin. Bu ikem dan suami pernah membuka kos-kosan di Jalan
Ahmad Yani, Kota Tebing-Tinggi yang merupakan jalur lintas sumatera. Karena
alasan tertentu Bu Ikem menjual kos-kosannya dan pindah ke tempat yang
sekarang. Kemudian sang suami mulai berternak ayam pedaging (ayam potong),
karena pemasukkan yang kurang beliau berhenti berternak dan Bu Ikem mencoba
usaha berjualan pisang molen didepan sekolah SMKN 2 Tebing-Tinggi yang berada
di Jalan Gunung Leuser, Kecamatan Rambutan. Dan setelah berjualan didepan SMKN
2 cukup lama, kemudian ada pemilik kantin di sekolah tersebut yang menawarkan
menjual kantinnya dan kemudian Bu Ikem
menerima tawaran sang pemilik kantin dan Bu Ikem mulai berjualan di
kantin SMKN 2 tersebut mulai dari tahun 2013 dan sampai sekarang.
Bu Ikem mulai berjualan di kantin SMKN 2 dari tahun 2013
dengan modal awal Rp. 15.000.000. Dari pengalaman berwirausaha yang didapat
dari usaha beliau yang sebelumnya, Bu Ikem membuka usahanya bersama suami dan
adik kandungnya dan kadang-kadang di bantu oleh anak-anaknya. Walaupun sedikit
orang yang mengelolah kantinnya, tetapi tetap ter -managemen dengan baik selama
7 tahun. Walaupun tidak ada prestasi yang menonjol, tetapi ada prestasi yang
didapat seperti menambahnya wawasan yang banyak dalam berwirausaha dan
pelayanan yang baik dari waktu ke waktu didapat dari kerja keras selama 7 tahun
berjualan di SMKN 2 Tebing-Tinggi. Keuntungan perbulan Bu Ikem dari usaha kantin ini bisa kisaran
dari Rp. 4.000.000 – Rp. 6.000.000 perbulan.
Kesuksesan yang selanjutnya mampu membiayai kuliah anak
pertama hingga menyelesaikan pendidikan S1 di salah satu perguruan tinggi
swasta di Medan, kemudian menyusul anak keduanya yang baru masuk kuliah di
perguruan tinggi negeri di Medan, lalu membiayai anak ketiganya yang baru masuk
SMA dan mampu membiayai kehidupan
sehari-hari dengan baik. Dan dari usaha kantin tersebut Bu Ikem dan suami mampu
mendaftarkan haji dan insyaallah akan berangkat haji di tahun 2025. Kesuksesan
yang selanjutnya berupa aset kantin tersebut yang di totalkan bisa sampai
Rp.50.000.000 lebih, aset tersebut berupa lemari es, kompor, televisi,
dispenser, kipas angin, kendaraan dan aset-aset lainnya.
Tidak selamanya usaha berjalan dengan sukses begitu pula
dengan usaha kantin Bu Ikem. Terdapat berbagai macam kendala yaitu berupa harga
bahan bahan baku seperti ayam, telur, minyak dan lainnya yang kadang turun
naik, kalau turun tidak ada masalah tetapi kalau naik membuat Bu Ikem bingung
dalam mencari keuntungan dari usahanya tersebut. Selanjutnya kendala nya yaitu
saat liburan sekolah otomatis usaha kantin tidak bisa berjalan karena tidak ada
murid maupun guru yang datang ke sekolah pada saat liburan sekolah.
.Faktor bosan terhadap menu juga merupakan
kendala dalam usaha kantin. Oleh sebab itu, Bu ikem memvariasi menu-menu yang
ada di kantinnya, yang hanya awalnya berjualan soto menambahkan menu-menu
lainnya. Seperti, nasi goreng, nasi lemak, lontong soto, misop, gorengan dan
yang lainnya kedalam menunya. Namun walaupun sudah banyak variasi, menu soto merupakan
menu favorit ratusan murid SMKN 2 yang ada di kantin tersebut karena rasa yang
enak dan harga yang tergolong murah yaitu Rp. 5000 sudah dapat 1 porsi soto,
Rp. 7000 soto + nasi, Dan Rp. 9000 soto + nasi + telur. Menu soto + nasi +
telur merupakan menu yang paling sering di pesan murid maupu guru yang makan di
kantin tersebut.
Gambar 2. Soto
Gambar 3. Nasi Goreng
Gambar 4. Misop
Selalu
jujur dalam menjalankan usahanya, walaupun beliau bisa mendapatkan banyak
keuntungan dengan menaikkan harga tetapi Bu Ikem melihat keuangan anak-anak
murid yang ada di sekolah tersebut. Jadi Bu Ikem tidak terlalu banyak dalam
mengambil keuntungan dalam. Dengan Kejujuran inilah kantin Bu Ikem ini
dipercayai banyak siswa dan juga guru yang menjadi langganan beliau.
Walaupun
di SMKN 2 terdapat banyak kantin, tetapi Bu Ikem tetap giat dan semangat dalam
berusaha, beliau percaya bahwa rejeki setiap orang berbeda-beda jadi beliau
tidak pernah iri dan sombong terhadap kantin lainnya yang lagi ramai maupun
sunyi yang ada di sekolah tersebut.
Walaupun
didalam kesibukan dalam usaha kantin, Bu Ikem Tidak pernah melupakan Tuhan-nya,
itu terbukti ketika azan zuhur Bu Ikem segera menutup kantinnya sebentar dan
menuju mushalla sekitar untuk menunaikan ibadah sholat zuhur setelah sholat
zuhur Bu Ikem kembali membuka kantinnya samapi jam 3 sore. Beliau yakin
bahwa kesuksesannya tidak luput dari campur tangan yang maha kuasa.
Bu
Ikem selalu memilih kualitas yang bagus dalam bahan baku makanannya karena bahan baku yang baik akan menghasilkan
rasa enak dan gizi yang bagus pula. Lalu selalu memikirkan inovasi makanan baru
yang bisa menarik perhatian pelanggan ketika sudah mendapatkan ide Bu Ikem segera membuatnya
lalu menjualnya, jika masakan tersebut banyak di beli akan di masukkan ke dalam
menu yang baru tetapi jika tidak mencapai target penjualan tidak akan
dimasukkan kedalam menu. Dan Teknik yang terakhir merupakan pelayanan yang
baik, karena para pelanggan sangat senang jika di layani dengan baik. Ketika
pelayanan yang dilakukan baik maka pelanggan akan loyal terhadap penjual.
Kemudian
selalu menjaga kebersihan kantinnya, para pelanggan akan sangat senang jika
mereka makan di dalam keadaaan bersih. Karena keadaan sekitar maupun dalam
kantin akan menjadi daya tarik tersebut yang menyebabkan mood makan para
pelanggan dan dalam keadaan bersih akan banyak menarik pelanggan untuk makan di
kantin tersebut.
Covid-19 banyak sekali
merugikan berbagai bidang salah satunya bidang kewirausahaan dan terutama bagi
usaha kantin. Bagi para pengusaha kantin covid-19 merupakan mimpi buruk. Karena
tutupnya sektor pendidikan juga merupakan tutupnya pintu rezeki pengusaha
kantin. Bu Ikem sudah 4 bulan tidak berjualan dimulai dari bulan 3 yang
merupakan penutupan awal sekolah sampai sekarang di bulan di bulan 6 sekolah
belum kunjung juga di buka. Bu Ikem dan keluarganya selalu berdoa agar pandemi
covid-19 ini cepat berlalu dan bisa berjualan seperti biasa.
Namun di saat pandemi covid-19
lah Bu Ikem dan sang suami bisa merenovasi kantin menjadi lebih bagus lagi
untuk nanti berjualan lagi dan Bu Ikem yang mencoba beberapa resep baru yang
akan dijual nanti ketika sudah bisa berjualan kembali. Dan juga disaat seperti
ini Bu Ikem dan sang suami bisa memakai hasil investasi dari tanah yang
dibelinya untuk berkebun dan juga beberapa binatang peliharaan berupa ayam dan
bebek yang didapatkan dari usaha kantin tersebut. Ini merupakan investasi
jangka panjang yang telah dinikmati Bu Ikem, dari sinilah beliau bisa bertahan
dari tidak berjualan selama 4 bulan.
Gambar 5. Renovasi Kantin
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Modal awal yang digunakan Bu Ikem sebesar Rp.15.000.000. Usaha Kantin Soto Bu Ikem mulai berdiri dari tahun 2013 –
sampai sekarang. Walaupun namanya Kantin Soto tetapi tidak hanya soto yang
dijual didalam kantin Bu Ikem tersebut, tetapi ada juga yang lainnya seperti
nasi goreng, misop, lontong soto, nasi lemak, gorengan dan lain-lainnya. Keuntungan yang didapat Bu Ikem perbulannya dari usaha kantin soto ini berkisaran Rp. 4.000.000 – Rp. 6.000.000. Beliau merupakan sosok pekerja keras yang patut saya contoh, selalu berusaha berkembang ke arah yang lebih baik dari waktu ke waktu. Dan orang yang taat terhadap Tuhan-nya.
Beliau harus memperbanyak inovasi masakan agar para pelanggan tidak merasa bosan
dan jadi sering makan di kantin beliau. Tetap semangat dalam menghadapi pandemi
covid-19 ini semoga bisa cepat berlalu dan bisa kembali berusaha seperti biasa.
Dan terakhir harus selalu melayani pelanggan dengan baik.
DAFTAR PUSTAKA
Dharmesta, Basu Swastha, dkk. 2000
Manajemen Pemasaran (Analisis Perilaku
Konsumen). BPFE. Yogyakarta.
Good, James. 1959. Consumer Behavior (sixth edition). Binarupa Aksara. Jakarta.
Kotler, Amstrong. 2003. Dasar-Dasar Pemasaran (edisi 9). Gramedia. Jakarta.
William H. Roe. 1961. Customer Loyality: Menumbuhkan dan
Mempertahankan Kesetiaan Pelanggan. Erlangga. Jakarta.
LAMPIRAN










Mantap bang, ada burung puyuh juga gak?
BalasHapusBuyung apa tuh man:v
HapusMakasih ya ki
Mantap Sensei Humam..
BalasHapusTetap berkarya meskipun perut lapar..
Wkwkwkwkwkwk
HapusKok mau mampir ke Tebing Zis
Makasih ya Zis.
Mantap bang
BalasHapusMakasih ya bang
HapusMasyaallah
BalasHapusBarakallah akhi..
Sukses terus ya ke depannya
Iya akhi..
HapusAkhi juga sukses juga kedepannya
Sukron ya akhi..
Mantapp lanjut kan terus pak mam jangan pantang menyerah walau badai menghadang
BalasHapusMakasih pak zal.
HapusWOW AMAZING
BalasHapusWkwkwkwk
HapusMakasih pak.
Jaya selalu mam
BalasHapusMakasih pak
HapusMantap...sangat bermanfaat
BalasHapusMakasih kak
HapusMantap mam, sangat bermanfaat untuk pembelajaran ni blog nya
BalasHapusMakasih pak
HapusSangat bermanfaat untuk pengusaha muda 👍
BalasHapusMantap bang
BalasHapusSangat menginspirasi saya.
Bagus bang menambah wawasan saya seputar usaha kecil menengah.
BalasHapusDitunggu postingan - postingan yang menarik selanjutnya Gan.
BalasHapusKeren Gan Sangat menarik untuk dibaca.
BalasHapusInformatif dan inspiratif.
Semangat terus bang
BalasHapusSemoga dapat ide-ide yang menarik untuk di tulis.
Sangat bermanfaat
BalasHapussugoi na
BalasHapus